About

audiobuku landing page

 
Bagikan dong:


Audiobook oleh AudioBuku adalah aplikasi mobile gratis penyedia layanan pemutar digital audiobook, podcast dan rekaman acara radio berbahasa Indonesia, untuk anda dengarkan secara online & offline (download) di gadget kesayangan anda, kapanpun dan dimanapun. Anda bisa download di Playstore & Appstore.

AudioBuku adalah solusi bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan waktu untuk membaca buku, mendengarkan radio dan podcast.

Seperti halnya karya tulis yang mempunyai kategori yang sudah umum di masyarakat, AudioBuku juga mempunyai kategori yang sama dengan karya tulis atau buku, karena memang konten didalamnya berasal dari karya tulis atau buku itu sendiri, termasuk variasi kategori novel, cerita silat, fiksi sains, fiksi fantasi, sastra klasik dan kategori-kategori lainnya dengan fokus orang dewasa, anak-anak muda dan juga kalangan anak-anak, plus banyak juga nonfiksi mulai dari inspirasi, pengembangan diri, bisnis dan investasi, dari memoar dan biografi dan juga religi & spiritual. Juga tidak ketinggalan cerpen, cerber, puisi, syair, prosa, monolog, drama, dan lain-lain.

AUDIOBOOK ?

Buku bersuara, book on tape, talking book, buku audio, audio buku, spoken words, audio book, suara buku dan istilah-istilah lain yang mempunyai arti yang sama yaitu rekaman pembacaan suatu karya tulis oleh seorang atau beberapa orang atau banyak orang dengan intonasi dan dialek yang disesuaikan dengan isi karya tulis tersebut, dibumbui oleh nada, irama, musik, suara dan lain sebagainya dengan tujuan untuk menghidupkan isi karya tulis tersebut. Hasil akhir audiobook tersebut berupa digital file (mp3, AAC, Flac, wav,dll), mp3 CD, audio CD, begitu juga bisa terintegrasi dengan aplikasi mobile seperti aplikasi AudioBuku.

Audiobook pada dahulu kala bermula dari kisah-kisah yang diceritakan oleh para pendaki gunung, dan pencinta alam yang berkumpul di api unggun pada malam hari, salah satu dari mereka memulai kisahnya yang dibalut oleh ekspresi wajah dan suara supaya terlihat menghayati isi cerita, kadang kisah-kisah menakutkan atau humor yang bisa membuat para pendengar di sekeliling api unggun ketakutan terkencing-kencing atau tertawa terbahak-bahak. Kita juga sering mendengar pada malam hari di waktu kita masih kecil, sebelum tidur, orangtua kita selalu bersedia menceritakan dongeng sebelum tidur, seperti si kancil dan buaya, si kancil dan gajah dan cerita-cerita lainnya.

api unggun dan dongeng

Bermula dari cerita atau dongeng tersebut bertemu dengan teknologi rekaman dimana phonograph telah ditemukan oleh Thomas Alfa Edison, audiobook mulai dibuat atau direkam menjadi kaset, piringan hitam dan lain-lain untuk dikomersilkan ataupun sekedar dibagikan ke kerabat-kerabat terdekat.

SEJARAH AUDIOBOOK

phonograph thomas edisonRekaman pertama dari audiobook menjadi mungkin dengan penemuan fonograf oleh Thomas Edison tahun 1877.”Phonographic books” adalah salah satu aplikasi original yang dibayangkan oleh Edison yang akan berbicara kepada orang-orang buta tanpa usaha. Karya Edison yang pertama yaitu “Mary Had a Little Lamb”. Pada tahun 1878, terjadi demonstrasi audiobook di Royal Institution di Inggris yaitu dengan mendengarkan “Hey Diddle Diddle, the Cat and the Fiddle” dan sepenggal puisi Tennyson mengawali teknologi sastra suara.

Amerika Serikat Hingga Tahun 1970

Banyak cerita singkat yang direkam dan dijual di media piringan hitam di tahun 1800-an dan awal tahun 1900-an, namun piringan hitam pada waktu itu hanya bisa merekam sekitar 4 menit dan oleh sebab itu menjadi tidak praktis, lalu meningkat menjadi 12 menit, tetapi tetap tidak praktis. Pada tahun 1930-an, hasil rekaman meningkat menjadi 20 menit.

Pada tahun 1931, American Foundation for the Blind (AFB) dan Library of Congress Books for the Adult Blind Project membuat program “Talking Books Program“, dengan tujuan untuk menyediakan bahan bacaan bagi veteran perang yang terluka selama Perang Dunia I dan tuna netra lainnya. Tes Rekaman pertama pada tahun 1932 termasuk satu bab dari Helen Keller Midstream dan Edgar Allan Poe yaitu “The Raven“. Organisasi itu menerima persetujuan Kongres untuk pembebasan dari hak cipta dan bebas mendistribusikan hasil dari program “Talking Books Program” tersebut. Rekaman pertama yang dibuat untuk “Talking Books Program” pada tahun 1934 yaitu termasuk sebagian dari Alkitab, Deklarasi kemerdekaan dan dokumen patriot lainnya, Plays dan Sonnets karya Shakespeare; dan cerita fiksi dari Gladys Hasty Carroll, E. M. Delafield, Cora Jarrett, Rudyard Kipling, John Masefield, and P. G. Wodehouse.

Studio Rekaman untuk orang buta yang bernama Learning Ally, didirikan pada tahun 1948 oleh Anne T. Macdonald yang merupakan salah satu anggota dari New York Public Library Women’s Auxiliary. Studio ini berdiri untuk menyediakan bahan bacaan bagi prajurit yang telah kehilangan penglihatan mereka dalam pertempuran Perang Dunia II.

Undang-undang “GI Bill of Rights” menjamin pendidikan tinggi untuk semua veteran perang, namun buku-buku literatur sebagian besar tidak dapat diakses oleh para veteran yang baru saja buta akibat perang, yang juga tidak bisa membaca menggunakan huruf Braille dan tidak punya atau sedikit teman yang bisa membacakannya. Anne T. Macdonald menggerakan anggota wanita dari New York Library untuk membangun studio rekaman buku di tujuh tambahan kota di Amerika dengan semboyan “Pendidikan adalah Hak Setiap Warganegara” pada tahun 1952 dengan memakai cakram SoundScriber phonograph yang bisa merekam 12 menit bahan cerita per side.

caedmon records

Perusahaan Caedmon Records adalah perusahaan pelopor pertama dalam bisnis audiobook, yang didedikasikan untuk menjual audiobook secara komersil kepada publik dan sejarah telah mencatat sebagai benih-benih dari industri audiobook. Caedmon Records didirikan di New York pada tahun 1952 oleh lulusan perguruan tinggi, Barbara Holdridge dan Marianne Roney. Rekaman pertama mereka adalah kumpulan puisi oleh Dylan Thomas yang dibacakan oleh penulis sendiri.

Side B piringan hitam berisi A Child’s Christmas in Wales yang ditambahkan sebagai renungan – tetapi Thomas sendiri tidak ingat judulnya ketika ditanya apa yang harus diisi ke side B, tetapi rekaman ini menjadi salah satu karyanya yang paling dicintai, dan membuat Caedmon sukses besar. Rekaman asli tahun 1952 menjadi icon untuk 2008 United States National Recording Registry, yang menyatakan bahwa dimulainya industri audiobook di Amerika Serikat.

Caedmon Records menggunakan piringan hitam yang diciptakan pada tahun 1948, membuat rekaman lebih terjangkau dan praktis, namun sebagian besar karya-karya mereka adalah puisi, drama dan cerita pendek, bukan teks buku lengkap dikarenakan batasan piringan hitam mempunyai kemampuan sekitar 45 menit dari gabungan dua sisi.

Listening Library juga merupakan perusahaan pelopor, mereka menjadi salah satu perusahaan pertama yang mendistribusikan audiobook untuk sekolah, perpustakaan dan market khusus, termasuk rumah sakit, didirikan oleh Anthony Ditlow dan istrinya pada tahun 1955 di rumah mereka di Red Bank, New Jersey rumah, Ditlow mengidap kebutaan sebagian. Perusahaan lain yang merupakan perintis awal audiobook yaitu Spoken Arts, didirikan pada tahun 1956 oleh Arthur Luce Klein dan istrinya, mereka menghasilkan lebih dari 700 audiobook dan paling dikenal untuk audiobook puisi dan drama yang digunakan oleh sekolah dan perpustakaan.

1970 Hingga 1996

cassete decks for audiobookMeskipun rekaman audiobook populer dalam format vinyl 33-1/3 untuk sekolah dan perpustakaan pada awal tahun 1970, awal pasar ritel modern untuk audiobook dapat ditelusuri dari aplikasi kaset pada tahun 1970-an. Kaset diciptakan pada tahun 1963 dan beberapa Perpustakaan, seperti Library of Congress, mulai mendistribusikan audiobook dalam format kaset pada tahun 1969. Namun selama tahun 1970-an, beberapa inovasi teknologi dapat memungkinkan penggunaan kaset yang lebih luas di perpustakaan dan juga melahirkan era pasar audiobook komersil baru. Inovasi ini termasuk munculnya portabel player kecil dan murah seperti Walkman, dan meluasnya penggunaan Kaset di mobil, khususnya diimpor oleh Jepang yang membanjiri pasar selama krisis energi beberapa dekade.

Di awal tahun 1970, rekaman audiobook berisi instruksional-instruksional merupakan produk komersil pertama yang terjual berupa kaset. Terdapat 8 perusahaan yang mendistribusikan audiobook berupa kaset dengan berbagai judul seperti “Managing and Selling Companies” (12 kaset seharga $300) dan “Executive Seminar in Sound” berdurasi 60 menit.

Di Perpustakaan, sebagian besar buku dalam format kaset masih dibuat untuk orang buta dan Cacat, namun ada beberapa perusahaan baru melihat kesempatan dalam membuat audiobook untuk khalayak yang lebih luas, seperti Voice Over Books yang menghasilkan Abridged Best-Seller dengan dibacakan oleh aktor profesional.

Awal-awal audiobook, termasuk peraih medali emas Olimpiade Duvall Hecht, pada tahun 1975 mendirikan Books On Tape berbasis di California untuk bisa langsung ke konsumen dengan produk Unabridged audiobook dan lalu memperluas layanan mereka dengan menjual produk mereka ke perpustakaan dan audiobook meraih popularitas di kalangan commuter dan traveler.

Pada tahun 1978, Henry Trentman, sales keliling yang mendengarkan kaset audiobook saat mengemudi jarak jauh, memiliki ide untuk menciptakan audiobook unabridged berkualitas tentang sastra klasik yang dibacakan oleh aktor profesional. Perusahaannya bernama Recorded Books berbasis di Maryland, mengikuti alurnya audiobook tetapi dengan kualitas studio rekaman dan aktor yang lebih tinggi . Recorded Books dan Chivers Audio Books merupakan perusahaan yang pertama dalam pengembangan produksi audiobook dengan memakai tim terpadu dan bekerja dengan profesional aktor.

Pada tahun 1984, terdapat 11 perusahaan penerbitan audiobook, termasuk Caedmon, Metacom, Newman Communications, Recorded Books, Brilliance and Books on Tape. Mereka berupa perusahaan kecil, yang terbesar telah mempunyai katalog 200 judul. Beberapa Abridged Audiobook telah dijual di toko buku, seperti Walden Books, tetapi mempunyai angka penjualan yang kecil, kebanyakan terjual lewat mail order berlangganan atau melalui Perpustakaan.

Namun pada tahun 1984, Brilliance Audio menciptakan suatu teknik untuk rekaman audiobook menjadi dua kali lipat pada kaset yang sama sehingga memungkinkan edisi unabridged menjadi terjangkau. Teknik rekaman itu mengatur dua channel dan dua stereo. Hal ini membuka peluang baru pada pasar audiobook dan pada September 1985, Publishers Weekly mengidentifikasikan 21 penerbit audiobook, termasuk penerbit besar baru yaitu Harper and Row, Random House, dan Warner Communications.

Pada tahun 1986 dianggap sebagai titik balik dalam industri, yaitu beberapa peristiwa yang terjadi, diantaranya Audio Publishers Association, sebuah asosiasi nirlaba profesional, didirikan oleh penerbit yang bergabung bersama untuk mempromosikan audiobook dan menyediakan statistik industri.

Organisasi Time-Life mulai menawarkan kepada anggotanya. Klub Book-of-the-Month juga mulai menawarkan audiobook untuk para anggotanya, seperti halnya Literary Guild. Klub lain seperti klub History Book, Get Rich Club, Nostalgia Book Club, Scholastic klub untuk anak-anak, semuanya mulai menawarkan kepada anggotanya.

Penerbit mulai merilis dengan judul agamais dan inspiratif di toko-toko buku Kristen. Pada bulan Mei 1987, Publishers Weekly memprakarsai rubrik regular audiobook secara rutin untuk melihat perkembangan industrinya.

audie awardsPada akhir tahun 1987, diperkirakan sebesar $200 juta, dan audiobook dalam format kaset terjual di sekitar 75% dari toko-toko buku regional dan independen yang disurvei oleh Publishers Weekly. Pada bulan Agustus 1988, terdapat 40 penerbit, sekitar empat kali lebih banyak dibandingkan pada tahun 1984.

Pada pertengahan 1990-an, bisnis penerbitan audiobook tumbuh sampai 1,5 milyar dolar setahun. Dan pada tahun 1996, Audio Publishers Association mulai membuat acara Audie Awards, yang setara dengan Piala Oscar. Para nominasi diumumkan setiap tahun pada bulan Januari. Pemenang diumumkan di sebuah gala di musim semi, biasanya dalam hubungannya dengan Amerika BookExpo.

Dengan munculnya internet, teknologi broadband, format audio terkompresi dan pemutar media portabel, popularitas buku audio telah meningkat secara signifikan selama tahun 1990-an dan 2000-an. Pada tahun 1997, Audible merintis pasar massal pertama media digital pemain dunia, bernama “The Audible Player”, itu ritel untuk harga $200, berdurasi 2 jam audio dan disebut-sebut sebagai “lebih kecil dan lebih ringan dari sebuah walkman, walkman adlah pemutar kaset populer yang digunakan pada saat itu. Audiobook digital adalah tonggak sejarah baru yang signifikan karena mereka memberikan kebebasan pendengar dari media fisik seperti kaset dan CD-ROM yang perlu adanya transportasi melalui surat, yang memungkinkan akses Download bukannya instan dari perpustakaan online dengan ukuran terbatas, dan portabilitas menggunakan perangkat yang relatif kecil dan ringan. Audible.com adalah yang pertama untuk membangun sebuah website, pada tahun 1998, dimana buku audio digital dapat dibeli.

Inovasi lain adalah penciptaan LibriVox pada tahun 2005 oleh penulis yang berbasis di Montreal Hugh McGuire yang membawa sekelompok relawan untuk membantu menarasikan buku dalam domain publik untuk hidup melalui podcasting. Jadilah mulai produksi buku audio gratis dengan narator relawan. Pada akhir 2012, LibriVox memiliki katalog lebih dari 6.244 buku lengkap dan memproduksi puluhan buku baru perbulan.

Transisi dari kaset, CD, untuk download digital telah didokumentasikan oleh Asosiasi Penerbit Audiobook (APA) dalam survei tahunan. Tahun terakhir yang dimana kaset mewakili lebih 50% dari total penjualan pasar di 2002. Kaset digantikan oleh CD sebagai media yang dominan selama 2003-2004. CD mencapai puncak 78% dari penjualan di tahun 2008, kemudian mulai menurun seiring mendukungnya teknologi download digital. Survei 2012 menuliskan bahwa CD menyumbang “hampir setengah” dari seluruh penjualan yang berarti itu tidak lagi media dominan (APA tidak melaporkan angka download digital untuk 2012, tapi di 2011 CD menyumbang 53% dan download digital adalah 41%). APA memperkirakan bahwa penjualan buku audio pada tahun 2015 dalam format digital meningkat 34% lebih dari tahun 2014.

Kebangkitan cerita audio secara luas dikaitkan dengan kemajuan dalam teknologi mobile seperti smartphone, tablet, dan sistem hiburan multimedia di mobil, juga dikenal sebagai platform mobil terhubung. Rekaman drama audio juga sekarang melalui podcast internet.

Pada tahun 2014, Bob & Debra Deyan dari Deyan Audio membuka Deyan Institut Vocal Artistry dan Teknologi, kampus pertama di dunia dan sekolah untuk mengajar seni dan teknologi produksi audiobook.

5 Comments

  1. admin

    wow keren

  2. Avif Raharjo

    sungguh bacaan yang relevan dengan skripsi saya

  3. wisnu

    Jadi membuka wawasan… Terimakasih

  4. elisa rianihasibuan

    Saya seorang pembelajar lewat pendengaran, ini sangat membantu tetapi saya barharap akan lebih banyak lagi audiobook yang diterbitkan audiobuku. com seperti dari ilmu psikologi karena saya memang mahasiswa psikologi. Saya mendukung program ini untuk lebih populer.

  5. admin

    iya mbak, kita produksi terus kok

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *